Arsip

Cinta

Jika memang sudah waktunya untuk menyerah,
tentunya sudah kau coba seluruh cara
atau minimal kau coba sampai memutih tulang dan rambutmu

Jika kau pikir memang sudah saatnya istirahat,
artinya kau sudah habiskan seluruh keringat
artinya sudah kau auskan semua persendianmu
artinya sudah kau tumpahkan darahmu biar sedikit

Jika kau pikir sekarang waktunya tuk pergi,
pastinya kau tak kuat lagi untuk diam berdiri
pastinya tak ada lagi tonggak yang tegak dan kokoh
pastinya bumi ini telah menolakmu

Jika kau ingin mati saat ini dan di sini,
harusnya sudah kau penuhi kantung amalmu
harusnya sudah kau habiskan waktumu dengan kebaikan
harusnya kau sudah begitu berarti sehingga takut menjadi kurang berarti

Tapi jika belum kau hidupkan kehidupanmu,
mari susuri jalan setapak berduri ini,

Bersamaku.

Sepi. AC membekukan. Kamar sempit yg mulai usang. Suara serangga.

ENTAH BAGAIMANA PARA PEKERJA TAMBANG ITU MELEWATI MALAM JIKA LELAH & KANTUK TAK MENDERA

(Hari pertama di sebuah tambang, Gosowong, Halmahera Utara)

Kangen Bini!

Diposting dg GPRS via Ponsel.

TANGGAL 2 September adalah tanggal terakhir saya nulis di blog ini. Lama sekali. Kemana saja saya?? Saya sendiri bingung mau bilang saja. Tapi satu alasan yang bisa saya utarakan -di antara berjuta alasan gawat lainnya- adalah lantaran kantor saya yang sebentar lagi konon mau berbasis IT itu masih miskin bandwitdh sedang saya lebih sreg kalo posting di blog ndak mutu ini di kantor sembari tenguk-tenguk nunggu jam pulang (ini korupsi tho? korupsi bandwitdh??).

Tahu-tahu tanggalan di kalender sudah harus diganti lagi. Bentar lagi masuk ke tahun 2008. Dua Ribu Delapan. Saya bukan peramal atau orang yang tanggap ing sasmita, apalagi orang yang mumpuni ilmu katuranggan dan ngiman supingi! Bukan tapi saya berani bilang, jangan berdoa tahun depan tidak ada masalah.

Karena yang namanya masalah itu ya berbanding lurus dengan kehidupan. Selama hidup ya anda semua bakal kena masalah. Wis tho ndak usah konfirmasi ke penasihat spiritual sampeyan, memang begitulah kenyataannya..

Sebagaimana biasa saya akan bikin resolusi bukan revolusi -karena saat ini kata revolusi juga sudah mulai bau duit, kaus-kaus bertuliskan revolusi dan tetek bengeknya kan sudah jadi barang jualan- yang pastinya ndak terlalu ngaruh di negara ya mawut-mawut seperti Endonesia kita tercinta ini.

Apa ya resolusi saya kali ini? Jangan yang muluk-muluk ah! Saya kan suka lupa dan melupakan. Selain mood-mood-an saya ini orangnya suka mut-mutan… Tentunya dengan bini. Halah…

Entah bagaimana nasib blog saya tahun 2008 nanti. Semoga masih tetep hidup dan lebih lagi semoga saya punya waktu luang. (Iri saya dengan temen saya ini yang masih punya banyak waktu luang, bukan begitu, bung??)

Yang jelas di tahun 2008 delapan nanti saya janji akan lebih sering mandi karena belakangan gerundelan istri saya lantaran saya tidak mandi berujung ke pertengkaran. Menyedihkan memang di usia saya yang kini lewat seperempat abad saya masih susah untuk mandi.

Terus, saya berniat untuk mencoba tren baru -minimal hal yang baru buat saya- yaitu sisir. Sisir, jungkat atau apalah nama yang anda berikan untuk alat merapikan rambut. Tentunya nantinya saya harus konfirmasi ke tukang pangkas rambut langganan saya agar tidak lagi memotong rambut saya dengan gaya “terserah kau sajalah yang penting aku tak perlu sisiran kalo mau kemana-mana”.

Old & New Party-nya mo kemana, pay?

Akan halnya itu saya Insya Allah pas malam tahun baru nanti kami hanya akan klekaran beralaskan karpet di depan televisi yang dilengkapi dengan 18 channel dan nyamikan ndeso semacam terang bulan atau martabak dan kacang sukro. Ndak keren memang tapi klekaran begini minimal bisa merangsang agar hubungan saya dan bini makin, makin dan makin erat lagi….

Lagi pula dengan ngglethak di karpet, ranjang bisa ngaso dulu…. Huahahahaha!!

Lekoh!

Ya sudah… nikmati hidup anda, yang penting ingat kalo hidup itu sendiri tidak cuman sekedar buat mat-matan saja….

Selamat Tahun Baru 2008!!!!