Morat-maritnya Moral Bangsa Yang Plural Ini…

Bangsa saya memang bangsa yang besar. Bagaimana tidak, di tengah kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pokok semisal lauk pauk buat rakyatnya, bangsa saya masih sempat mengurusi soal pornografi di dunia maya.

Bagaimanapun juga, pornografi sudah merasuk hingga ke sendi-sendi kehidupan banyak orang. Banyak yang menyangsikan bahwa pornografi menjadi penyebab banyaknya kasus pelecehan seksual, bahkan untuk kalangan anak-anak di bawah umur. Tapi jika kita jujur dan berpikir jernih, pasti kita sepakat kalo pornografi itu berbahaya.

Betapa mirisnya saya saat melihat berita di televisi tentang sekelompok anak SD yang beramai-ramai memperkosa adik kelasnya secara bergantian dan berulang-ulang. Atau banyaknya kasus pelecehan seksual yang justru dilakukan oleh orang yang seharusnya melindungi mereka, ayah-ayah atau kakak mereka.

Entah berapa banyak air mata yang tumpah di negeri ini. Ibu pertiwi diperkosa berulang-ulang beramai-ramai. Tak cukup dirampok segala kekayaannya tapi juga dilecehkan dan dihina sedemikian rupa. Tapi nampaknya orang-orang yang punya kekuasaan dan orang-orang yang punya akses ke dalam kehidupan banyak orang hanya sekedar tahu tapi tak mau tahu lebih dalam soal itu sepanjang mereka dan keluarga tidur nyenyak.

Hidup memang mengajarkan kita untuk egois. Sebejat apapun yang terjadi di dunia ini kalau bisa mbok ya jangan nyerempet ke keluarga saya dan tentunya, saya! Jika sudah begitu maka dunia ini adalah tempat yang sangat nyaman untuk ditinggali untuk kita. Itu hak anda untuk berpikir demikian, suatu hal yang sangat wajar.

Pornografi di dunia maya memang mengkhawatirkan. Sangat gawat karena memang di negara ini banyak hal gawat lainnya yang tidak diangap gawat, makanya pornografi di dunia maya itu terlihat sangat gawat.

Hal-hal yang bisa dikategorikan porno memang relatif. Banyak pertentangan disana soal yang mana yang porno dan mana yang tidak, jika dalam memutuskannya melibatkan selera dan orientasi. Tapi buat saya, suatu hal bisa dimasukkan ke dalam kategori porno dan tak layak nongol di publik jika saya melarang atau mencegah anak atau adik saya yang masih di bawah umur menonton atau mendengarnya.

Separah apapun kondisi moral kita, nampaknya masih ada harapan sepanjang kita merasa ketakutan dengan apa sih yang anak-anak kita hadapi di masa sekarang. Peduli adalah langkah awal, yang bisa saja dengan berawal dari kepedulian kita bisa menyelamatkan anak-anak bangsa di tengah pekatnya polusi moral jaman sekarang ini.

Saat saya mbahas hal ini bersama kawan-kawan saya ada yang meminta agar saya lebih membahasnya secara keseluruhan, bukan setengah-setengah hanya dari sisi melindungi anak-anak. Tapi saya mencoba membela diri.

Apa sih tujuan utama kita mencoba berperang melawan terorisme? Rame-rame mencoba menjadikan dunia tempat yang lebih baik, memperlambat global warming, memberantas korupsi, menyelamatkan hutan yang makin gundul, meningkatkan mutu pendidikan, memenuhi asupan gizi, bahkan apa sih tujuan kita bekerja mencari nafkah?

Jawaban bisa bermacam-macam tapi benang merahnya adalah : MASA DEPAN.

Insya Allah kita semua melakukan banyak hal adalah utuk masa depan. Tapi masalahnya masa depan bukan hanya milih kita. Bahkan mungkin sudah bukan jatah kita, lebih menjadi jatah anak-anak masa depan.

Jadi kalo ada yang nanya kenapa saya setuju jika pengawasan terhadap pornografi (juga pornoaksi) juga menjadi agenda tetap pemerintah, itu karena demi masa depan.

AKAN HALNYA LANGKAH YANG DIAMBIL PEMERINTAH DENGAN CARA MEMBLOKIR SITUS-SITUS PORNO, MUNGKIN NANTINYA TIDAK AKAN TERLALU BERPENGARUH. TAPI NAMANYA JUGA USAHA.

Yang mengherankan kenapa upaya ini hanya menjadi urusan Menkominfo saja? Bukankah soal moral dan masa depan itu juga menjadi urusannya Dinas Pendidikan dan Departemen Agama? Kenapa harus kerja sendiri-sendiri?

3 comments
  1. Yup.. Demi masa depan. yuk kita dukung pemberantasan porno. Tapi… Masa depan akan terpikirkan KALAU masa sekarang Beres…
    Pak SBY, jgn gara-gara Porno, terus harga bahan pokok naik
    dibiarin lho..

    *awas kalau dibiarin…, sambil ngasah arit.
    berangkat nyari rumput.*

  2. nYam said:

    begitu ada anak, setiap kali ada berita gizi buruk atau KDRT atau apaaa aja yang menyangkut ibu-anak, rasanya saya jadi pengen masukin ankaa ke perut lagi. naudzubillah min dzaalik jangan sampeee kejadian deh.

    ga tahan liatnya mas….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: