Negeri Bakso

SAYA teringat tulisan Umar Kayam di kumpulan kolom yang dulu hadir seminggu sekali –kalo beliau tidak sedang gerah atau berhalangan– di koran Kedaulatan Rakyat tentang Bakso. Almarhum memang terkenal suka makan meski kadang melawan amanat dokter.

Tapi ulasan beliau tentang bakso begitu menggelitik saya. Bagaimana tidak, beliau menulis bahwa bisa-bisa bangsa Endonesia tidak kreatif lagi untuk urusan kuliner. Beliau keliatannya ketakutan suatu saat Endonesia menjadi negeri bakso!

COBA SAMPEYAN JALAN-JALAN DARI SABANG SAMPAI MERAUKE, INSYA ALLAH SAMPEYAN AKAN MENEMUKAN MAKANAN BERNAMA BAKSO.

Lain harga lain rasa apalagi jika bicara kualitas. Makin murah harga bakso maka makin diragukan porsi daging yang dikandung oleh sebutir bakso, tapi biasanya akan makin kental kandungan gajih (lemak) dalam kuahnya. Mungkin ini trik agar meski baksonya terasa betul tepungnya namun kuahnya akan terasa meyakinkan. Tapi bisa saja, indil-indilnya penuh tepung terus kuahnya juga encer.

BAKSO OH BAKSO!

bakso laptembsenayan

Hari minggu kemarin (24/02/08) Bakso Lapangan Tembak Senayan dibuka di Ternate. Dan warga Ternate baik yang pernah ke Betawi maupun yang belum dengan serta merta berduyun-duyun datang kesana mencicipi indil-indil asli Lapangan Tembak Senayan, Betawi tersebut.

Bagi mereka jika produk dari jauh mau buka cabang di Ternate maka akan lain nuansanya dibanding dengan jika ada lelaki kurus kering merantau dari Lamongan, Jawa Timur untuk jualan bakso di Ternate.

MAKANAN MEMANG KENAL NUANSA.

Maka produk itu akan jadi standar kelezatan, kualitas,  bahkan standar gaul! Terbukti, saya dan  bini memang benar-benar tidak gaul, karena kami sama sekali tidak tertarik untuk berdesak-desakkan makan bakso di sana. Beberapa orang bahkan bangga karena bakso cabang betawi tersebut buka cabang di ternate karena buat beliau hal ini menunjukkan bahwa Ternate kini sudah menjadi incaran para pengusaha untuk menanam modal di sini.

JAYALAH KAU NEGERI BAKSO!

6 comments
  1. bini said:

    ih gak mau ah disama-samain… aku emang gak gaul tapi bukan berarti bener-bener gak gaul kali!!!!!!!

  2. uw4l said:

    halah…paling juga ntar lu bedua “jalan2” ke situ…
    pura2 tidak tertarik…^_^

  3. Ping-balik: Culinary Shock

  4. mia said:

    bakso emang enak + merakyat. siapa takut jadi negri bakso……..????

  5. memang indonesia terkenal dengan kekayaan kuliner diantaranya bakso..makanan yang favorit dan merakyat…
    eh…kalo ke lamongan sudilah mampir di kedai kami.
    BAKSO TETELAN GOLI….khas desa Sekaran lamongan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: