Lumpur Lapindo Di Ternate

LUMPUR LAPINDO MEMANG CERITA LAMA NEGERI INI

Tapi meski bukan hal baru tapi tiap hari masih banyak cerita sedih yang baru dari sana. Tentang banyak warga yang rumah dan lahannya tenggelam oleh lumpur namun tidak mendapat ganti rugi lantaran tidak masuk dalam peta daerah yang mendapat ganti rugi. Tentang banyaknya warga yang anggota keluarganya mencapai titik nadir kewarasan untuk kemudian hilang akal dan berakhir di rumah sakit jiwa akibata tekanan mental yang begitu hebat. Bagaimana tidak, yang tenggelam itu tempat mereka lahir, tumbuh besar dan bercocok tanam!

 Lapindo

NUN JAUH DI SANA, DI TERNATE PUN ADA CERITA

Sebagai seorang yang sering dianggap intelejen gadungan tur partikelir, saya beberapa hari ini punya cerita yang lucu mengenai lapindo.

Sebelumnya saya mau cerita kondisi ternate (propinsi maluku utara pada umumnya) saat ini. Pilkada Gubernur Maluku Utara yang masih menyisakan berbagai polemik menyebabkan situasi maluku utara bagai bara dalam sekam dan sewaktu-waktu bisa berkobar kerusuhan massa yang hebat. Provokator banyak bergentayangan yang makin memperkeruh stabilitas kota ternate.

Nah, di tengah masalah tersebut di atas, ada isu-isu aneh yang mungkin sengaja dihembuskan agar makin memperkeruh keadaan dan meresahkan masyarakat. Di pinggiran kota ternate mulai muncul isu mengenai Lumpur Lapindo. Saya juga bingung bagaimana permasalahan lumpur Lapindo yang buat anggota wakil rakyat saja bukan masalah yang besar tapi bisa bikin heboh warga ternate.

KONON LUMPUR LAPINDO MEMINTA TUMBAL MANUSIA

Oleh karena lumpur lapindo butuh tumbal manusia dalam jumlah yang besar maka (konon) para perantau asal jawa timur mendadak menjadi agen-agen maut yang mengumpulkan nyawa manusia ternate untuk dijadikan tumbal. Di kampung-kampung yang jauh dari kota ternate, mereka berjaga dengan waspada 24 jam. Parang terasah dengan tajam, nyali dibesarkan, ketakutan dimanfaatkan.

Mereka takut, keluarga, tetangga atau nyawa mereka sendiri yang bakal jadi korban tumbal Lumpur Lapindo.

DUH GUSTI….

NB:
– Ini saatnya saya rajin-rajin menghidupkan lagi dialek banyumasan saya, karena se nusantara tahu dialek tersebut bukan dialek jawa timur apalagi batak!
– Gambar diambil dari sini (tanpa ijin)
– Bini saya juga ngeblog di sini.

2 comments
  1. Oh ya? Dahsyat juga penetrasi merk Lapindo. Tapi yg namanya penderitaan dan ketak-adilan, ceritanya akan menyebar keluar dari tempat asalnya ke pelosok sekian penjuru mata angin. Betapapun, DPR, misalnya menganggap cerita itu tak penting-penting amat. Dan memang cerita itu tak membutuhkan pengakuan DPR.

  2. lapindo + lumpur = masalah yg gak bakalan kelar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: