Dua Minggu Tanpa Televisi

JANGAN tanya detail prosesi pemakaman Mbah Harto kepada saya, saya kurang tahu. Lagian dulu jaman bocah saya juga kurang bergairah mengikuti detik-demi-detik porsesi pemakaman Ibu Tien Suharto, makanya buat apa saya mesti semangat buat nonton prosesi pemakaman mantan Presiden Kedua RI itu.

Mbah Harto Seda

Pertama selain buat saya dan bini adalah memaafkan almarhum, jadi buat apa maki-maki tapi ndak juga bisa ninggalin TV untuk ngikutin beritanya. Mending kalem-kalem saja. Memaafkan itu urusan gampang buat saya, hal ini terlebih karena saya bener-bener gak sadar apa sih salah Mbah Harto secara langsung kepada saya. Versi panjangnya sih pasti ujung-ujungnya bisa dicari kesalahan beliau tapi secara langsung saya gak tahu salah beliau sama saya itu apa.

Kedua, TV saya rusak.

Ternyata buat orang yang bodoh dan ndak kuat iman kayak saya, meninggalkan layar kaca bernama televisi sangatlah susah. Saya sama istri saya malah taruhan apakah kami pasutri tolol ini mampu melewatkan hari demi hari tanpa televisi sampai minggu ketiga?

Buat sountrack, saya nyetel lagunya RHCP yang berjudul “Throw Away Your Television” ah!

1 comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: