(lagi) Kekerasan di IPDN

Gak gumun. Gak ngungun. Serius, kok saya gak kaget sama sekali ketika kemarin mendengar berita tentang penganiayaan yang dilakukan oleh para praja tingkat III IPDN terhadap seorang tukang ojek sampai akhirnya korban meninggal dunia. Ya, sebagai orang yang pernah mengenyam pendidikan gratis dari pemerintah di sini, saya kadung sebel! gaya sok-jagoan begini kan gak ada faedahnya sama sekali. Oke lah kalo mo sok jago di dalam kandang, ndak papa kok sok senior! Sok senior disini ya dengan cara lebih sering nraktir makan, bagi-bagi rokok, atau ndobos tentang masa depan di dunia kerja nanti. Lha nek sok jagoannya dengan cara adigang adigung adiguna ya saya ndak ikut-ikutan!



Di dalam kampus saja yang toh nantinya akan menjadi lulusan dengan pangkat dan golongan yang sama (hanya beda masa kerja jika menyangkut junior-senior) sudah begitu parahnya, lha bagaimana nanti di dunia kerja? Bagaimana juga nanti dalam melayani masyarakat?

Ada kenalan saya (yang saya benci) begitu ngantor di sebuah instansi pemda kampung saya kok ya jadi aneh. Tetangga saya yang sekantor sama dia sering cerita bagaimana soknya teman saya itu terhadap pegawai lain yang pangkat dan golongan serta tingkat pendidikannya lebih rendah darinya. Sedang kepada yang lebih tinggi malah over dalam hal nunduk-nunduk! Gombal Mukiyo tenan!!

Hidup kan cuman mampir ngombe tho? Mbok mari minum dari cawan kebijaksanaan sebanyak-banyaknya, bukan malah mendhem minum anggur sampai mabuk!

Ndak puas jadi jago kandang lalu mencoba melebarkan sayap ke luar kampus? Apapun alasannya kekerasan harus ditanggapi dengan bijak. Apapun penyebabnya, toh harus tetap pakai akal dan hati. Keroyokan tentunya bukan hal yang keren di mata perempuan, adik-adik semua!!!

Saya heran, kegiatan kampusnya ngapain aja sih? Jatah makanannya apa saja sih? Kok emosi tinggi semua???

“Mas, kalo sampeyan tiba-tiba didatangi orang gak dikenal yang minta rokok bagaimana, mas?”
“Ya bilang kalo saya gak merokok!!”
“Lha kalo mkaksa minta dibeliin rokok?”
“Ya belikan saja…”
“Kok gitu?”
“Lha iya tho?? cuman rokok lho… bukan minta celurit atau minta dibeliin berlian kan?”

Sumber: Media Endonesia

Gambar diambil dari sini.

5 comments
  1. NN said:

    enaknya IPDN diapain ya ?????

  2. mpokb said:

    anak2 muda yg masih emosional dan kelebihan energi mending disuruh olahraga atau kerja habis2an. kalo sudah nggak punya tenaga lagi, boro2 mikir berantem kali yak..

  3. NiLA Obsidian said:

    speechless…..
    terserah deh mo diapain

    pa kabar om babu?

  4. chiw imudz said:

    pokoke jangan dibubarkan!

    itu kan miniatur bangsa kita banget, ya ngga?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: