Warung Padang "Ojo Lali"

Kemarin, ditemani junior saya, saya menyantap makan siang di sebuah warung makan yang cukup aneh. Kadar keanehan memang beda-beda bagi tiap orang tapi menurut saya hal ini cukup aneh sehingga harus saya masukkan ka dalam blog ndak jelas ini. Lagipula blog ini kan memang berisi hal-hal yang ndak jelas.


Jika sampeyan lihat gambar di atas ini dan bisa membaca kata demi kata yang tertera di spanduk milik warung makan yang saya maksud akan melihat betapa Endonesia sudah menjadi bangsa yang cukup toleran. Minimal di bidang kuliner kita sudah cukup toleran.

Ya bagaimana kami ndak tertegun di depan warung membaca tulisan “Warung Ojo Lali, Masakan Padang”? Wong biasanya warung padang itu bernama “bundo kanduang”, “minang putra”, “simpang tiga” atau lainnya. Lha ini kok bernama “Ojo Lali”???

Benarlah dugaan kami begitu kami memasuki warung tersebut langsung mendapat uluk-salam dari mas-mas yang menjaga di pintu depan dengan kalimat: “Monggo mas…”. Jelas ini bukan orang padang.

Yang bikin heran adalah: Apakah masing-masing dari kita dibekali dengan aplikasi pengenalan wajah yang ber-output sangat SARA? Beberapa kali saya menjumpai kalimat seperti: “ini dilihat wajahnya pasti orang jawa” atau malah yang parah: “Kalo dilihat wajahnya sih paling bukan muslim..”. Tapi untuk kali ini Mas yang menjaga warung “Ojo Lali” ini patut mendapat nilai seratus mengenali daerah asal kami.

Setelah duduk di salah satu meja, kami makin terheran-heran betapa dalam daftar menu tersebut telah terjadi kawin silang antara masakan padang dan masakan jawa. Ini tentunya bukan sembarang strategi marketing. Dimana diharapkan warung tersebut bisa menjaring penggemar dua jenis masakan sekaligus.

Dan yang paling menarik buat saya adalah di jajaran menu tersebut menyembul sebuah masakan yang saya sukai dan kangeni lantaran sangat jarang ada di ternate. Masakan yang di jawa disebut urap (kalo banyumas menyebutnya dengan kluban) ini setelah saya cicipi ternyata mak nyuss. Sangat mirip dengan masakan ibu saya.

Fuad, teman makan saya kali ini mulanya takut mencicipi urap tersebut akhirnya mau mencobanya setelah saya bilang bahwa masakannya khas jawa dan bukan dimasak dengan metode ternate. Sehingga cita rasa njawani-nya tetap terasa.

Akan halnya masakan padang yang disediakan, berdasarkan rendang yang saya makan, dapat disimpulkan masakannya sangat padang! Dan sambalnya bener-bener bikin tobat, tobat sambal tentunya!

Kawin silang di bidang kuliner sangatlah banyak. Di Ternate saja penjual martabak bandung dan bangka adalah orang-orang dari sumatra barat. Penjual masakan padang banyak yang ternyata berasal dari solo. Penjual coto makassar ternyata banyak yang berasal dari Lamongan atau Pasuruan.

Hal di atas mungkin tak begitu aneh buat sebagian orang, tapi kalo warung padang yang nekat memakai nama jawa, ini baru aneh!

Bagaimana di tempat sampeyan?

Gambar: diambil menggunakan kamera ponsel Motorola V3

5 comments
  1. Arya said:

    di Gombong, ada juga restoran perpaduan Padang dan Sunda.
    di papan namanya, tertulis besar-besar: SELERA. lalu ada 2 tulisan kecil saling bertumpuk di belakangnya: kuring, dan minang.
    maksudnya, Selera Kuring untuk masakan Sunda, dan Selera Minang untuk masakan Padang. coba saja naik bus Yogya-Purwokerto, pasti bisa dilihat.
    ah, kuliner kita bisa rukun, kok pemimpin dan rakyatnya kok kadang nggak ya?

  2. Yati said:

    hahaha…yg penting rasanya Bung…kata iklan sih gitu!

  3. Leila said:

    Betul-betul bhinneka tunggal ika (?)

  4. Putirenobaiak said:

    brarti org endonesia kreatif (?), utk makan aja kalii :))

    kalo di aceh warung padangnya di modif dg aceh

  5. agung said:

    padang rasa tergal.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: