Makhluk Sialan Bernama Birokrasi

Banyak sekali yang bertanya kenapa pula istri saya tidak pindah saja ke ternate menemani saya. Jujur, lama-lama pertanyaan itu menjadi semacam intimidasi buat saya. Mungkin buat kawan-kawan saya ada yang mulai berpikir bahwa sebenarnya istri saya itu ndak pingin pindah ke ternate lantaran terlalu terpencil. Tidak, bukan itu.

Mari kita bicara tentang birokrasi. Bicara tentang usaha memindahkan istri saya artinya harus berbicara tentang birokrasi. Istri saya juga seorang PNS. Dus, harus melewati birokrasi untuk mengurus surat kepindahannya mengikuti saya. Dan itu tak mudah, sodara-sodara. Harusnya sih mudah, apalagi secara teori.

Kemarin istri saya nangis sesenggukan mengadu kelakuan orang-orang yang dikenalnya secara pribadi yang telah keterlaluan merobek-robek kepercayaan istri saya itu.

Ceritanya banyak, yang paling up-to-date adalah ketika istri saya (sekali lagi) mengurus kepindahannya. Konon berkas-berkas itu harus dikirim ke jakarta. Saat dia hendak mengirimnya melalui jasa pengiriman barang agar cepat sampai, salah satu BOS-kecilnya bilang:

“titipkan saja padaku agar berkas itu bisa lebih cepat sampai ke betawi karena daku juga hendak pergi kesana ada urusan dinas??”

Istri saya langsung setuju, toh bapak itu baik. Yang terjadi kemudian adalah setelah hari itu berlalu sekian lama, istri saya bingung lantaran belum ada kabar pindah juga. Ternyata berkas-berkas yang sedianya dititipkan masih ada di laci BOS kecilnya itu. Dan tak ada penyesalan apalagi permintaan maaf dari beliau setau saya.

Tak banyak alasan yang bisa dipakai bagi seorang PNS untuk pindah tempat kerja diluar mutasi regulernya. Lain jika kita bicara PNS pemda, saya tak tahu terlalu banyak soal itu. Tapi tentang PNS pusat macam saya, mutasi istri dengan alasan ikut suami bertugas adalah hak yang wajar. Ndak ada yang aneh dengan itu.

Beberapa hari lalu konon di tingkat kanwil manado, SK mutasi istri saya tinggal ditandatangani. Lumayan lega mendengar kabar itu. Ternyata, wooo semprul! Bagian kepegawaian berujar gak jelas bahwa istri saya harus nunggu ada pegawai dari ternate yang mau pindah ke gorontalo dulu agar bisa terjadi pertukaran pegawai.

Busyet!!! Ini mutasi pegawai bung! Bukan pertukaran pelajar!!!!

Teman saya bertanya, apakah hal ini terjadi lantaran tidak ada uang di dalam berkas istri saya? Saya katakan: “Iya, tak ada uang sabun, uang rokok atau uang apapun!”

Maklum, saya dan istri saya ini suka sok anti KKN sehingga berprinsip: “Mulai dari diri sendiri, mulai dari yang kecil, dan mulai sekarang”. Ya, saya lebih iklhas kepindahan istri saya tertunda jika alasan penyebab itu semua adalah karena saya dan istri saya tak memberi uang rokok atau uang pelicin!

Serumit inikah birokrasi kelas coro di Endonesia??? Sampeyan tentu tahu, bikin KTP saja rumit. Apa-apa kok dibikin susah, pantas saja Endonesia susah sukses….

Saya jadi inget film Hitchhiker’s Guide To The Galaxy di situ ada tokoh ras alien bernama bangsa Vogon yang dijabarkan dengan sifat sangat birokratis. Dalam film bahkan dijelaskan seberapa birokratis mereka dengan kalimat:

Vogons. They are one of the most unpleasant races in the galaxy. Not actually evil, but bad-tempered, bureaucratic, officious, and callous. They wouldn’t even lift a finger to save their own grandmothers from the ravenous Bug-Blatter Beast of Traal without orders signed in triplicate, sent in, sent back, lost, found again, queried, subjected to public inquiry, lost and finally buried in soft peat for three months and recycled as firelighter. On no account should you allow a Vogon to read poetry to you.

Saya cuman bisa senyum kecut membayangkan hari-hari saya yang akan lebih panjang, gersang dan sepi tanpa istri saya. Setan alas tenan!!!

Seorang kawan lagi berujar:

“Ayolah… dengan friend circle-mu mosok kamu ndak bisa nelpon betawi buat ngasih pelajaran ke orang sialan di kepegawaian itu???”

Tidak. Saya tak mau… biar saja. Anggap saja orang itu sedang menghalangi seorang istri yang hendak menemani suaminya, mengabdi padanya, dan menjadi makmum dalam setiap shalat suaminya. Sampeyan tahu, pejabat mana yang berhak menghukum orang itu tho???

Buat istriku, sabar… sabar…. Ojo nangis terus….

Gambar marvin diambil dari sini
7 comments
  1. CempLuk said:

    Birokrasi kita memang gak jujur dan byk ketimpangan,, contoh kasus real: pas 3 mgg lalu ada acara schematics (di kampus), saya beserta rekan menagih janji pemkot utk bekerjasama (*ijin nya udah 2 bulanan* , dgn konsekuensi, lambang pemkot kita pasang di spanduk,baleho),,ijin diberikan pemkot pas 3 hari sblm hari H utk masang spanduk, baleho dijalan2 di sby..lalu kami pun memasang nya.nah yg paling nyebelkan pas sehari setelah dipasang, saya cek,eh spanduk,baleho tak ada, kita pun konfirmasi, eh ternyata dicopot ma satpol pp (*alasan gak ada ijin*), padahal pak walikota udah tnd tgn..Kan kelihatan kurang koordinasi nya.Hukum di negeri ini baik, hny saja orang nya yg kurang baik, jadi macam birokrasi pun awut2 an..So be patient mas !! hope you’re wish come true ^_^

    *nih komen apa postingan blog saya yah, kabur ah.,..hehehe*

  2. Luthfi said:

    🙂
    nambah isteri aja om🙂

  3. NiLA Obsidian said:

    Om babu…cinta butuh perjuangan dan pengorbanan …gitu katanyaaaa
    *halah basiw bauanged* hehe…

    sabar ya mbak..mas nya ga kemana2 kho….

  4. Hedi said:

    Semoga sampeyan diparingi sabar yo, Mas. Aku wis keentekan komen nek urusan birokrasi, otakku udah ga nyampe lagi mikirnya😦

  5. Yati said:

    bah…saya bisanya cuma nggerundel mas…lom pernah liat meja birokrat yang bersih dari pungutan.

    yang sabar ya mbak… *peluk dari jauh

  6. Dudi said:

    Wah, kita senasib rupanya. Jadi bujangan lokal karena istri jadi PNS Pemda. Cuma saya lebih beruntung, saya di Jakarta istri di Pekalongan jad masih bisa pulang tiap minggu. Entahlah kalau saya mutasi ke luar Jawa, mungkin nasib kita sama persis.

  7. nYam said:

    telat komennya. tp kalo bag kepegawaian jujur, stres juga lo. sobat suami, di kepegawaian kantor pusat. sering banget dapet sms request mutasi, pake iming-iming transferan lagi. sampe ngamuk-ngamuk dia kalo ada yang nanya nomer rekening he he he

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: