Kesengsem Garangnya Garang Asem

Sebagai perantau, tentunya sering kangen dengan panganan ndeso khas kampung. Hidup di pulau yang mayoritasnya makan ikan laut tho sudah puas kadang membuat saya selalu kemaruk jika pas ada kesempatan jalan-jalan keluar pulau. Ya berburu makanan jawa. Aslinya sih saya memang kemaruk, namun kepuasan menyantap makanan akan lebih terasa jika makanan itu memberikan suatu kenangan lama dan pengobat rindu akan kampung halaman. Ayak!


Saya punya tempat makan yang menunya ikan bakar, Daeng sang pemilik juga menambahkan menu sup konro bakar di dalam menunya, namun rupanya Daeng asli makassar ini sudah memindahkan usahanya. Dan beberapa hari lalu saya lihat dikios bekas tempat Daeg jualan saya lihat sudah ditempati warung makan baru. Dengan nama “Sido Mampir” sudah kelihatan tho kalo yang punya warung ini orang zimbabwe!! Tentu saja menunya menu masakan jawa.

Nah ada satu menu makanan yang bikin saya niba nangi (jatuh bangun, pen.) kemarin. Awal jualan sih ndak ada menu itu tapi kemarin ba’da shalat jum’at saya lihat ada stiker terbuat dari kertas tempel bikinan sendiri berwarna orange mencolok bertuliskan “Garang Asem”.

Dengan semangat 45+98 tentunya saya bergegas ngepot mbelokin sepeda mongtor saya menuju warung milik Mbah Yem itu.

Sampeyan tahu garang asem? ini nih resepnya, lumayan gampang dibuat.. Praktis buat bujang macam saya yang pengetahuan masaknya sedangkal Kali Serayu waktu musim ketiga!

Bahan-bahan:
  • 1 ekor ayam, potong 8-10
  • Jerohan ayam, (kalo ada)
  • 2 tahu, potong kecil-kecil (kalo mau)
  • Cabe rawit utuh sesuai selera
  • Tomat, potong-potong (lebih enak sebagian pakai tomat hijau)
  • 5 sdm air asam yang kental
  • 8-10 daun salam
  • 8-10 potong kecil lengkuas
  • 1/2 cup santan kental

Bumbu halus:

  • 8 buah bawang merah
  • 4 buah bawang putih
  • 2 cm kencur
  • 1 sendok teh ketumbar
  • 5 kemiri
  • Garam
Pembungkus :
  • Daung pisang
  • Tusuk gigi untuk semat

Cara Pembuatan:

1. Campur semua bahan, kecuali daun salam, lengkuas dan cabe rawit. Aduk rata.

2. Ambil 2 lembar daun pisang, lapisi aluminium foil diantaranya. Letakkan selembar daun salam dan sepotong kecil lengkuas di dasarnya. Taruh 2-3 sendok sayur adonan di atasnya, beri cabe rawit utuh, bungkus dan semat. Lakukan hingga adonan habis.

3. Kukus hingga matang, sekitar 1 jam.

Pokoknya nikmat banget apalagi nasinya masih hangat dan kepul-kepul. Mak Nyamleng tenan!!! Oke lantaran saya ini nggragas maka kemarin terpaksa Mbah Yem melihat saya dengan penuh takjub saat saya menyantap dua bungkus Garang Asem sekaligus. Ya satu bungkus daging ayam, bungkus lainnya berisi jerohan ayam.

Buat bini: kapan-kapan kita masak bareng lagi ya!!! Kangen masa-masa itu…

Gambar milik Totok @ suarasurabaya.net diambil tanpa ijin dari sini.
4 comments
  1. Dhika said:

    garang asem yg saya pahami kok beda ya, biasanya pakai daging sapi or kerbau, pakai kluwek sehingga warna kuahnya hitam menyegarkan gitu. oya, saya orang pekalongan🙂

  2. rawins said:

    garang asem si apa? aku malah nembe tau krungu pak. enak ora?

    hm… dadi pengin bali ngumah..😦

  3. Anang said:

    wah wah…. jadi pengen nih… laper…

  4. Laksono said:

    duduk panganan ndeso iku mas…
    aku yo doyan ..
    dadi kangen rek

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: