Gempa Ternate, Semelekete!!!

Sebagai orang yang masih tedas gaman alias belum sakti mandrabokir wajarlah jika saya ikut takut dan panik saat gempa berskala 6,5 skala richter menggoyang ternate. Saya dan temen-temen menggambarkan gempa kemarin layaknya seperti beras yang diproses dengan tampir (tampah) untuk menghilangkan sisa-sisa kulit gabah yang belum kebuang. Jadi yang pertama terasa adalah bumi seperti digoncang naik turun lalu beberapa saat kemudian digoyang kekanan dan ke kiri.

Image Hosted by ImageShack.usSetelah gempa saya langsung menelpon bini saya yang sampai saat ini masih ada di gorontalo. Benarlah lewat speaker ponsel saya terdengar suara pekik ketakutan dari bini saya lantaran ternyata gempa di manado dan gorontalo durasinya lebih lama dari yang di ternate.

Sebelum gempa, daerah tempat bini saya tinggal sedang mati lampu, bayangkan betapa paniknya saat mati lampu tiba-tiba ada gempa besar!!! Bini saya langsung menyambar ponselnya dan bergegas keluar kamar, namun naas dia masih sempat tertimpa lemari kayu.

Alhamdulillah tidak ada apa-apa, wong saya yakin bini saya masih cakep lho meski agak penyok dikit setelah tertimpa lemari. Hehehehehe…

Saya sempat sms ke puluhan orang mengabarkan bahwa saya baik-baik saja. Termasuk kepada jeng ini, mas ini dan pakde ini. Dan bener saja bahwa setelah beberapa saat gempa terjadi Telkomsel kembali mati.

Komunikasi terpaksa saya lakukan menggunakan IM3 pinjeman dari teman saya.

Warga Ternate Panik?

Jelaslah… bangsa Endonesia kan bangsa yang saling percaya jadi saat ada yang ndobos pinggiran pantai sudah kelelep lantaran air laut sudah naik, mereka semua pada percaya. Jadi kalo ada yang ngomong bahwa bangsa Endonesia sudah tidak saling percaya satu dengan yang lain itu omong kosong belaka. (Hehe).

Saya yang ikut panik langsung menunggangi sepeda motor menuju tempat yang lebih tinggi dengan diboncengi oleh satpam kantor saya. Eh lha kok ndilalahnya bensing motor saya habis!!! Hikmah yang langsung bisa saya petik adalah: “Kan dari tadi udah tau tangki bensin kosong, kok gak diisi-isi tho le??”

Nah sepanjang saya mendaki jalanan ternate ke tempat yang lebih tinggi itulah saya banyak menemukan kejadian yang cukup memilukan. Saat ada perempuan yang saking takutnya terjadi tsunami sehingga dia sampai pingsan tak satupun dari para pelarian itu yang berhenti dan membantu wanita tersebut melainkan meneruskan langkah kaki mereka. Kalo pun setelah itu ada yang menolong ternyata adalah keluarga dari si perempuan pingsan tadi.

Juga para pemuda dengan motor modifikasi yang suaranya meraung-raung meski banyak diantaranya yang tak juga bisa ngebut meski suaranya lima ratus lebih tinggi dibandingkan suara nenek lampir ber-seriosa. Tanpa peduli dengan banyaknya pejalan kaki atau pengendara lain, mereka cuek menaiki motor mereka dengan kecepatan tinggi sehingga menyerempet beberapa pejalan kaki dan kendaraan lainnya.

Lalu oleh-oleh dari gempa tadi malam apa? Yang jelas dan pasti, saya sekarang pilek, lantaran pas gempa ternate langsung turun hujan hingga badan saya basah kuyup.

Yang penting, Alhamdulillah kami baik-baik saja….
11 comments
  1. Anang said:

    alhamdulillah baik-baik saja…

  2. dirac said:

    Alhamdulillah masih diberi keselamatan. Jadi teringat saat keluarga di Jogja kena musibah gempa akhir Mei kemarin, saya telpon mereka pas ada gempa susulan yang cukup besar. Jadi ikutan panik.

  3. Mbilung said:

    Alhamdulillah sampeyan selamet Kang. Mudah2an Mbakyu di Gorontalo juga baik2 saja.

  4. diditjogja said:

    alhamdulillah cuma pilek….
    report terkahir pandangan mata dari ternate yaa….
    ¤ salam kenal dari jogja ¤

  5. Atniga Tayadih said:

    Jadi ingat tanggal 17 Januari 2007 kemarin ikut renungan Kobe Earthquake 1995. Jepang dan Indonesia punya catatan gempa yang mirip. Cuma disini mereka cepat belajar dari musibah. Kita belum.

  6. Hedi said:

    Syukur-syukur masih diparingi selamet…kulo nderek seneng😀

  7. beta said:

    Mugi2 sabar.. Pelajaran dari Gempa di Jogja kemarin, harus teliti menindaklanjuti kabar. Nanti dimanfaatkan sama orang2 nggak bener. Lha itu ada desa yang motornya ilang semua diangkutin pake truk, karena penduduknya semua langsung lari dengar isu tsunami.

  8. pitik bersyukur said:

    Alhamdulillah..Puji Syukur marang Gusti Pangeran kan Akaryo Jagad…

  9. tito said:

    maap…internet baru saja beres. Saya ikut berdoa saja

  10. bagonk said:

    wah, turut prihatin bang…
    yang saya tak habis pikir, koq tega-teganya ya si penyebar isu tak bertanggung jawab itu…😦

  11. luthfi said:

    alhamdulillah selamet🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: