Arti Eksistensi…

Waktu anyar-anyarnya buriq (nama motor saya) saya miliki, gak anyar sih, bekas… saya punya pengalaman lucu. Eh lucu juga tidak ding. Aneh… Mrindingi… bikin nglangut… bikin mikir lama dan milsafati banyak hal. Sampeyan bisa bilang itu cuma karena saya berlebihan menganggapi suatu kejadian biasa. Itu terserah as delicious as your belly button sajalah….

Critanya saya pulang ngantor dan memacu motor saya itu. Eh di tengah perjalanan kok mesin mati tiba-tiba. Usut-punya usut ternyata bensinnya habis, sodara-sodara!! Hampir seratus meter saya menuntun motor mogok saya itu dan menemukan kios penjual bensin eceran yang pemiliknya saya kenal lantaran dia juga jualan makanan di pinggir pantai.

“Dua liter saja, pak…”

Obrolan biasa kan begitu?? Nah yang selanjutnya terjadi adalah: SANG BAPAK MENYURUH SAYA MEMBELI BENSIN DI TEMPAT LAIN..

“Aduh, gus! Jangan beli di tempat saya tho gus…. takut kuwalat saya….” kata bapak itu.

Saya bingung. Pertama, saya dipanggil dengan julukan gus. Apa saya ini muka-muka santri dan anak kyai besar ya?? Kedua kok bisa-bisanya saya gak boleh beli bensin lho dan dipaksa nuntun motor lebih jauh lagi, padahal kringet saya sudah gemrobyos membasahi kemeja saya lho!

“Sebenarnya beberapa hari ini saya sudah mulai mikir mau brenti jualan bensin kayak gini. Saya mau hidup jujur saja, gus. Ngalap berkah. Meski sedikit demi sedikit kan yang kita cari berkahnya tho gus…”

“Weh!! ini ada apa tho?? kok kethoprakan??”

Ternyata beberapa lama sebelumnya sang bapak berjualan bensin oplosan. Dicampur minyak tanah dan dijual dengan harga yang sama dengan kios bensin lain sehingga mendapat untung banyak. Dan bapak ini biasanya mengoplos bensin dengan minyak tanah dengan kadar minyak tanahnya mencapai 30%!!!!!


Masihkah saudara merasa diri anda tidak ada artinya bagi orang lain, jika hal yang kecil saja bisa merupakan hujan meteor bagi orang lain???

2 comments
  1. koeaing! said:

    weh, itoe toekang djoewal minja ngasi nasihat ko dia sorangan tjada kasie actie njatah ?

  2. tifoso said:

    walah…😀
    untung saja si bapak penjual bensin kenal baik dengan sampeyan…
    gile… 30% campurannya…?🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: