Babu Negara Gugat!!

Saya lagi kumat gilanya, seharian ini karena bener-bener gak ada kerjaan saya ngutak atik gambar yang akhirnya saya bikin menjadi banner blog saya ini, gimana? bagus gak??

Karya lainnya ya yang ada di atas itu.

Sampeyan tau artinya babu? Babu, jongos, suruhan, antek, pembantu, dan berbagai julukan lainnya mengacu pada suatu arti bahwa yang dinamakan dengan babu adalah orang yang mempunyai kedudukan sosial yang lebih rendah dari orang lain yang disebut majikan.

Majikan menggaji si babu, tentunya setelah melewati proses nyang-nyangan (tawar menawar) gaji yang sedemikian njlimet. Dus, babu pada dasarnya hanya boleh nurut kepada majikan atau orang lain yang ditunjuk majikan sepanjang perintah yang diberikan tidak merugikan sang majikan.

Lalu saya itu siapa?

Saya dengan bangga tanpa malu-malu klecam-klecem sambil dleweran iler saya, menyebut diri saya sebagai babu negara. Babu negara itu disuruh jaga rumah yang dimana saja harus mau, makanya saya sampai di pulau ternate ini. Babu seperti saya juga harus bisa dipercaya meski gak diawasi terus menerus. Pengawasan berkala, istilahnya. Sehingga jika babu disuruh ngitung duit majikan, babu gak boleh nyolong meski penghasilannya sangat kecil.

Nah, sebagai babu negara, saya masih terus menerus berusaha agar tidak menghianati majikan saya yaitu negara endonesia karena gaji saya berasal dari dompet yang bernama APBN.

Sekinclong apapun babu negara tampil di depan anda, niscaya kami-kamioini masih kuatir banget kalo-kalo gaji kami cuma cukup sampai tanggal 15. Seprofesional apapun kami, niscaya kami masih suka bengong nglangut melamun akankah nasib berubah menjadi lebih baik. Sementara setan di dada terus menerus menggoda: “Nek ra dicukupi ta’ nyolonge wis!!!” (kalo kebutuhan tak kunjung cukup, aku akan mencuri saja)

Makanya kalo bos saya (yang pada dasarnya juga babu negara namun pangkatnya lebih tinggi dia) nyuruh saya hal yang aneh-aneh bin aeng-aeng saya cuman mbatin… “wes…yang nggaji saya juga bukan bapak kok!”

Ya… dengan sikap pemberontak babu negara memang sedikit beruntung, dibanding babu partikelir, babu negara lebih sulit untuk dipecat. Paling banter dipersulit dalam hal karir… alias: karier gak nanjak-nanjak!

Nah, babu macam apakah anda??

gambar: gambar kepala berblangkonnya karya teman sejawat beda pulau, tetek bengeknya ya hasil keusilan saya saja…

2 comments
  1. Mbilung said:

    aku model babu mekitik, wis mlebu “black list” barang, lha wong babu kok ndobos.

  2. sefawkes said:

    kalo aku model babu sexy hihihi

    jangan pernah goyah, bang😀
    HIDUP BANG PI’I, HIDUP BABU TERNATE😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: