Gelang Daur Ulang!!

Sabtu kemaren, saya bersama teman-teman dan junior-junior di kantor pergi ke pantai. Rencananya kami membakar ikan disana sambil bercengkrama… Jam 10 pagi kami berangkat berencana berangkat dengan angkutan kota yang kami sewa, saya, tentu saja duduk di samping Pak Supir yang sibuk mengendali mobil supaya baik jalannya.

Lama sekali saya menunggu anak-anak ngumpul, wah jangan-jangan beneran kalo bangsa indonesia itu bangsa pemaaf. Ha wong, pada ngaret terus dan ndak ada protes sampe demo di depan gedung DPR lho…

Jam sebelas baru kami berangkat. Setengah jam perjalanan terbayar dengan keindahan pantai kecil yang indah itu. Kami sengaja mengambil hari sabtu agar tidak terlalu banyak pengunjung. Akhirnya kawasan pantai itu menjadi milik bujangan-bujangan dan beberapa perawan yang bekerja di departemen keuangan. Entah kenapa pesertanya ndak ada yang lengkap suami-istri….

Selama menunggu angkot dan lengkapnya peserta, saya minum satu botol medium air mineral saking hausnya. Iseng-iseng saya melepas plastik yang melingkari botol tersebut yang merupakan merek dari minuman tersebut dan berusaha melingkarkannya pada tangan kiri saya.

Setelah berusaha sedemikian rupa karena diameter tangan saya lebih besar daripada plastiknya maka saya harus berusaha keras dan akhirnya berhasil. Setelah itu saya pikir-pikir lagi saat mau melepasnya. Melepas rasanya sayang apalagi jika harus memotong plastik itu. Ha wong sudah susah payah memasukkannya je….

Akhirnya saya biarkan saja plastik itu menjadi gelang saya.

Saat acara bakar ikan, tanpa sadar tangan saya terlalu dekat dengan bara sehingga gelang plastik ciptaan saya itu mengkerut dan mengecil sampai pas dengan pergelangan tangan saya.

Saya malah makin malas melepasnya…

Sampai hari senin pagi saya masih mengenakan gelang iklan berjalan itu. Sampai saat bos besar melihatnya dan menyuruh saya melepasnya. Dengan berat hati dan muka cengengesan di depan bos, saya ambil cutter dan melepasnya…

Ah, minimal saya suka daur ulang tho?? Ayak!!!!

3 comments
  1. Mbilung said:

    Lha coba lain kali dipasang di leher. Boleh masuk lewat atas, boleh juga lewat bawah.

  2. bagonk said:

    hayah… bukan daur ulang itu namanya… tapi “kurang gawean”… :p

  3. deppe said:

    itu celana kotak-kotak, yang dulu sering sampeyan pake waktu di kampus ya?
    masih awet tho?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: