mosok-kowe-ngonoisme

Kita semua ini kan makhluk yang aslinya cuman bisa menduga-duga thok. Kesejatian itu amatlah jauh dari kita namun seringnya kita keminter, sok pinter sekali. Mosok-kowe-ngonoisme atau yang sering disebut dengan masak-kamu-begituisme (MKN) sering kita derita, bahkan seluruh dunia kemaren bener-bener mengidapnya. Entah berapa juta orang yang mengidap MKN itu yang jelas saya cuman terkekeh-kekeh saja.

Kejadian itu begitu memukul banyak orang terutama penggemar bola khususnya penonton piala dunia lebih dalam lagi khususnya pendukung tim perancis.

Banyak yang kecewa dengan jidan sampai nanya-nanya sama TV sendiri: “kenaffaaaa jidan??? kenaffa??” Ya, Jidan memang terang-terangan menanduk si matroji anak dari itali pada pertandingan final piala dunia kemaren yang membuahkan jidan dihargai kartu merah.

Banyak yang menyangkal, mosok jidan begitu?? Ah ini pasti si matroji keterlaluan ngejek si jidan… Opo goro2 si matroji nyubit dadanya jidan ya??

Ah banyak sekali teori yang muncul, yang jelas hanya kepala botaknya si jidanlah yang tahu penyebab dari itu semua. (jangan-jangan ini gara2 jidan dikatain botak sama si matroji? halah) tapi kan jidan juga manusia

Dalam kehidupan sehari-hari kita juga banyak menjumpainya. Kawan yang kita kira kita paling kenal eh ternyata melakukan hal yang paling tidak kita duga. Atau kawan yang kita underestimate-kan eh ternyata orang yang baik, jujur, keren dan cool.

Teman saya kaget, dan bertanya: “mosok kowe jalan kaki kemana2??” atau saat njawab kalo di ternate itu saya ndak macem2 dalam hal pekerjaan malah dikomentari: “masak iya? anak yang di kampus nongkrong di warung rokok itu bisa punya pikiran hidup bersih di kantornya??”

Woooo semprul.. waktu kan berputar. Bolehlah dulu saya gak galak dan teriak2 anti KKN karena saya gak tau bagaimana sih dunia kerja itu, bagaimana sih hidup sebagai PNS? bagaimana sih godaan di dunia kerja? dan rentetan kebutuhan hidup yang bagaimana yang bakal kita temui??

Tapi apa sekarang saya gak boleh paling teriak-teriak demi menyemangati diri sendiri?? Bagi orang luar pajak, ngomong sih gampang… tapi bagi orang pajak?? Konon saya bagai pungguk merindukan bulan…

Bagi orang luar, pegawai seperti saya digambarkan hidup berlimpah harta. Ha ning ternyata hidup pas-pasan… Apalagi harga-harga di ternate amatlah gilanya. lalu banyak yang kecewa setelah tahu jadi PNS di pajek kok ya gak enak. Dituduh kaya padahal kere… Makanya lalu banyak yang aeng-aeng jualan jabatan demi tambahan pemasukan. Ah itu urusan mereka.

(tulisan ini terprovokasi oleh seorang teman yang semasa di kampus dulu paling tidak-bakal-dituduh-akan-melakukan-hal-semacam-korupsi tapi ketawa ngece saat saya bilang: “saya cuma mencoba hidup bersih dan istiqomah kok, mas…”)

Ah… masak dia begitu??

8 comments
  1. nunut ngiyup said:

    manusia memang suka melihat secara sepintas, dari luar, dan dari sudut pandangnya sendiri…

    sekali lagi… sangat manusiawi…🙂

  2. Ely said:

    ya begitulah hidup bang, sering orang memandang hidup orang lain dari permukaannya saja, sering orang menyamaratakan semua orang dan selalu mengamini opini masyarakat seperti pegawai pajak itu hidupnya berlimpah dsb. dulu saya punya beberapa murid dari kantor pajak , dari merekalah saya tahu paling tidak bagaimana kerja dikantor pajak yang sebenarnya.

  3. esge said:

    hahaha beginilah ternyata tulisan orang yang ga gibol…

    saya juga punya temen yang sok kemaki tenan pas pertama masuk pajak,padahal dah di seksi garing plus pbb maneh…jumawa plus gumedhe ne laku berbulan-bulan. sampai tahunan malah kemakinya. tapi sekarang dah diem mak klakep, menyadari bahwa hidupnya ga beda jauh ma pns umum, dan sedikit beda ma anak lto atopun mto.

    tapi mbuh ra weruh gimana dia besok kalau dah masuk mto, wong anak pbb jakarta je dia….nunggu modernisasi

    Bagi orang luar, pegawai seperti saya digambarkan hidup berlimpah harta. Ha ning ternyata hidup pas-pasan…lha mbok sabar mas, modernisasi kan tinggal menunggu hari aja.

    menghitung hari..tak…tik..tak.tik..

  4. Ms.Wesi said:

    after all this time, I visited you by using some names, now I’m using my real name. Hee hee. jebule lebih baik jadi diri sendiri. Allah jadi ridlo. baca tulisan bang pi’i kali ini kok jadi pingin nangis. lho ? masalah dunia kerja yang kaya gitu juga yang bikin saya dulu dilema. padahal saya ga di tempat sebasah kantor pajek. akhirnya saya cari jalan untuk kerja di dunia yang saya benar-benar cinta dan (menurut saya) kemugkinan buat korupsi (atawa disuruh korupsi) lebih kecil. Now, here I am. A teacher!

  5. lantip said:

    hla itu. dituduh kaya itu memang menyedihkan. mending difitnah miskin, kalo gak nyumbang gak harus merasa berdosa, ya nggak? hehe
    tapi sek sek.. mosok kerja di pajek gak kaya sih? *halah* hihi

  6. sefawkes said:

    wis mas..jar no wae..nglakoni kui emang kudu sabar tur pasrah “halah, mbah2.com”
    sing penting sih iso mancing kelaut (kapan2 aku dijak yo “wink”) tur nyambangi warung sate,”dugem” plus sing penting feeling happy inside “sok kemenggres.com” hehehe

    mosok-kowe-ngono sih? hehehe ojo terprovokasi tho yo…

    have a great week end then…

  7. budibadabadu said:

    masa siiiihhhh????

  8. merahitam said:

    Wah bang, kalau terprovokasi untuk bikin tulisan ndak papa. Asal jangan terprovokasi pengen cepet kaya dengan jalan pintas ya. Istiqomah ya bang…🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: