saya dan Bank BRI part one

Tulisan saya ini cuman berisi unek-unek saja kok jadi bukan sebagai kualiti kontrol (quality control kok nek di indonesiakan jadi aneh) ataupun sebagai sarana kritisi terhadap produk BRI dan tetek bengeknya (sekali lagi saya merasa kurang sreg menggunakan kata “tetek bengek”).

Tadi pagi saya bermaksud memindahbukukan (untuk mencoba mengurangi penggunaan kata asing: transfer) sejumlah uang sebagai hadiah perkawinan saudara jauh saya. Kebetulan rekening yang dia punya itu BRI, namun meski sudah saya bela-belain keluar rumah untuk ke bank meski tubuh saya masih sempoyongan akibat malaria yang kambuh lagi, saya belum juga mentransfer uang itu. Jadi meski saya sudah susah payah dengan tubuh yang menggigil, pegel linu dan pusing plus demam tiada tara, saya dijengkelkan oleh salah satu petugas di BRI tersebut. (OOT: judul tulisan ini aneh ya? Masak saya menyebut Bank BRI, kalo gak disingkat kan menjadi Bank Bank Rakyat Indonesia, yang artinya pemborosan penggunaan kata yang justru merancukan arti kalimat saya yang bisa menimbulkan perubahan makna)

Mulai dari masuk ke dalam bank saya sudah dibuat sebel sama satpam. Apa masih musim terroris ya? Kok begitu liat saya yang saat itu pakai celana hitam, sepatu hitam dan earphone saya diminta membuka jaket saya dan mengeluarkan semua barang di saku saya!! Dengan teliti saya digeledah. Ditanya yang saya kalungi itu apa? Saya jawab kalo yang saya kalungi itu gantungan Flashdisk 1 Giga dan MP3 player.

“Kok banyak kabel2 di jaket mas?”

Ya jelas banyak kabel ning kok ya dicurigai tho? Wong itu Cuma kabel earphone dan kabel handsfree handphone saya lho… Juga ada kabel USB buat hape Nokia N-Gage, Kabel buat charger kamera digital saya, charger hape dan charger MP3 Player saya!!!

Dan semua itu saya kantongi… Satu-satunya kesalahan saya adalah saya mengantongi semua itu… Eh tunggu!! Apa salahnya sih???? Yang repot kan juga saya?! Kenapa jadi masalah sih? Setelah semua pemeriksaan itu sang satpam bahkan tidak meminta maaf malah pasang tampang garang. Uh bangsa kere… punya kuasa sedikit kok ya bener2 ditunjukin terus ya? Gimana kalo jadi polisi lo? Hehehehe

“Ha memang sudah tugas saya menjaga ketertiban mas…”

“Ketertiban opo?? Apa saya kurang tertib? Woooo mentang-mentang saya celingak celinguk kebingungan lantaran baru pertama kali masuk ke bank yang penataan ruangnya membingungkan lalu saya dengan seenaknya dikategorikan sebagai pengunjung yang mencurigakan dan pantas dianggap sebagai pengacau ketertiban. Gitu?”

“Ha bapak kok marah sih? Perlu saya laporkan ke pihak yang berwajib apa?? Saya punya banyak kenalan pak… Jangan macem-macem!”

“Wooo malah ngancem ik… bangsa tempe…saya mau ketemu manajer di sini!!” Jawab saya sambil mengenakan name tag saya sambil berharap sebuah keajaiban muncul.

“Jangan tho pak… jangan… maafin saya… Sudah silakan masuk… silakan lho… atau saya antarkan sekalian mari…”

Bersambung…

1 comment
  1. johan said:

    name tagnya tulisannya apa emang mas? Kepala Satpam ya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: