Brongkos embuh hora weruh


Kembali ke acara masak memasak, saya akan membagikan resep memasak brongkos. Masakan brongkos pertama saya kenal di kolom mingguannya Umar Kayam (alm.) di harian Kedaulatan Rakyat. Setelah itu saya pernah menikmatinya di sebuah warung makan kecil di perjalanan naik bis dari purwokerto menuju ambarawa.

Masakan yang lebih enak disajikan hangat-hangat ini (seperti masakan lainnya) tergantung selera dan bahan yang ada. Seperti resep saya terdahulu yang bertajuk sarimi nggilani, masakan ini akan mengalami revolusi besar-besaran jika dalam keadaan tanggal tua sehingga ndak pake daging lagi, atau saat keadaan hujan deras sedangkan di dapur ndak ada bahan makanan yang pepak (lengkap).

Maka dari itu saya akan memberikan resep brongkos yang normal saja. hehehehehe!!

Bahan:
  • 250 gr daging sengkekel, potong dadu 2×2 cm (ndak usah pake penggaris)
  • 150 gr kacang tunggak, rebus, tiriskan
  • 100 gr wortel, potong kecil
  • 100 gr buncis, potong kecil
  • 1 buah labu siam, potong kecil
  • 1 cm lengkuas, memarkan
  • 3 lbr daun salam
  • 1 btg serai, memarkan
  • 3 lbr daun jeruk purut (yang bikin sakit purut kalo dimakan itu lho)
  • 2 sdm minyak goreng
  • 1 btr kelapa untuk: 300 cc santan kental, 500 cc santan encer
  • 10 buah cabai rawit, buang tangkainya

Bumbu yang dihaluskan:

  • 4 buah cabai merah
  • 4 siung bawang putih
  • 6 btr bawang merah
  • 3 btr kemiri
  • 1 cm kencur (hora usah diukur)
  • 6 buah keluwak, yang hitam dan gurih
  • 1 sdt garam

Cara Membuat:

  • Panaskan minyak, tumis bumbu yang sudah dihaluskan sampai harum.
  • Masukkan daun salam, serai, dan daun jeruk purut, masukkan daging, masak sampai daging berubah warna.
  • Tuang santan encer, masak kembali sampai daging empuk, bila daging belum empuk, tambahkan air panas.
  • Masukkan wortel dan kacang tunggak, masak sampai wortel setengah matang.
  • Masukkan labu siam dan santan kental. masukkan cabai rawit. angkat, hidangkan hangat-hangat bersama nasi (porsi untuk enam orang atau kurang, tergantung tingkat ke-nggragas-an).

Resep kali ini saya persembahkan buat jeng titut yang menanyakannya. Tebakan saya kenapa jeng titut mau bertanya adalah kegemaran jeng titut kepada karya umar kayam atau kekaguman jeng titut secara personal. Ini cuma tebakan lho jeng….

Ceritakan pada saya kalo jeng titut sudah mencobanya ya!!!

3 comments
  1. merahitam said:

    Hehehehehe…Tau aja…

    Btw, daging sengkekel itu daging apa? Daging sapi? Kambing? Bagian tubuh yang sebelah mananya? Sama kayak tetelan ndak?

    Trus kacang tunggak itu kacang apa?

    Mohon dimaklumi, pengetahuan bahan-bahan masakan masih sedikit. Wong pernah mau praktekin menu sampai tertunda tiga minggu gara-gara bingung nyari yang namanya kailan itu kayak apa. Hahahahaha…

  2. merahitam said:

    Oh iya, itu santannya sampe nyemek-nyemek ndak? Atau kuahnya memang banyak?

  3. Mbilung said:

    Wah .. angel iki.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: