Gak makan nangka harus kena getahnya…


Kemarin saya harus pergi ke sebuah instansi pemerintah daerah. Saya ini paling males memakai segala atribut, makanya saya sangat jarang memakai name tag saya. Namun hari itu terpaksa saya harus memakainya, bak sebuah senjata pamungkas, name tag benar-benar saya manfaatkan sebagai senjata terakhir saya agar dihargai orang lain.

Pengalaman (bukan hanya saya), karena instansi saya tidak mewajibkan adanya seragam kerja, maka kami sering nampak seperti salesman door to door. Kemeja warna cerah dan celana gelap. Nah pengalaman saya sering dicuekin ketika memasuki sebuah instansi dengan out fit macam begitulah yang membuat saya memakai senjata name tag.

Saya pernah disuruh nunggu selama sejam lebih berdiri (karena kursi tamunya penuh sesak oleh pegawai kantor tersebut yang ngobrol, sambil merokok), padahal surat yang saya antar tidak begitu penting. Ha setelah saya ngadep ke bos kantor tersebut kok beliau malah ramah sekali dan bilang: “sebenarnya saya sendiri yang mau datang ke kantor mas, mumpung gak banyak kerja”

Ha, saya langsung nanya, kenapa saya harus nunggu sejam untuk masuk ke ruangan beliau. Wooo usut punya usut pelaku yang nyuruh saya nunggu adalah seorang pegawai honor. Dia kira karena pakaian (baca: kostum) saya saat itu, saya juga pegawai rendahan seperti dia. Bukan masalah tinggi rendahnya suatu jabatan sebenarnya yang saya jengkelkan, namun lebih kepada sikap manusia yang sekecil apapun kekuasaan yang dia miliki maka dia akan berusaha menunjukkannya dan memanfaatkannya. Ha biarpun pegawai rendahan kan masih bisa bikin pegawai rendahan lain nunggu ampe kesel tho? Ayak!

Nah semenjak itu, setelah mendengar pengalaman yang sama dari beberapa teman, saya selalu memakai name tag saya. Kalo perlu keliatan pangkat dan golongan saya agar para kroco-yang-lebih-rendah-dari-saya-yang-suka-sok kuasa pada minggir. Dan berhasil! Halah… Indonesia…indonesia!!!

Nah kemarin kebetulan beneran bos yang mau saya temui itu lagi ada tamu maka saya nunggu. Ha ketemu kenalan saya yang bekerja disitu. Iseng, dia memotret saya… lalu diedit pake komputer dan jadilah seperti gambar yang sampeyan liat di atas.

Saat saya tanya maksudnya, dia menjawab: “Lha memang begitu kan instansimu?? Direktorat Jenderal Palak?? Semuanya maling dan tukang palak…” Mak Dheg hati saya mendengar hal tersebut. Seseorang yang baru bekerja tak lebih dari tiga tahun dengan pangkat lebih rendah dari saya (bukannya sombong) namun sudah membangun rumah yang mentereng dan mempunyai sepeda motor dan mobil menasehati saya tentang dunia colong-menyolong dan palak-memalak???? Heeee??

Selepas dari situ, saat mau pulang, hujan deras mengguyur kota ternate. Saya berteduh di dekat gerbang kantor tadi. Lalu tak berapa lama ada mobil mendekat, ternyata milik teman saya tadi menawari mengantarkan saya kembali ke kantor.

“Ke sini tadi naik apa? kok pake berteduh segala… naik ojek? Weeee petugas pajak kok kere!!”

Damput!!!!!

6 comments
  1. johan said:

    petuga spajak toh? wah mesti siap-siap tutup pintu kalo nanti datang ke blog saya …🙂

  2. esge said:

    “halah masa ga punya duit, wong petugas pajak kok”

    “halah, TC karo ga kan ga ngaruh, inpres kemarin aja juga ga kepake tho?”

    hihihi, memang petugas pajak sing rajin kuwi ga pantes kere….berarti bang pi’i ga rajin..kekeke *ngomporin”

  3. makeblognotwar said:

    mas johan: “halah! apa yang ingin kau sembunyikan dariku?? hehehe!”

    esge: “ha saya punya banyak hutang ok mas.. IPK? ha tahun ini belum terima namun alokasinya sudah jelas… saudara saya ada yang nikah… IPK tahun lalu? weeee habis buat idul qurban kemarin…”

  4. bininya said:

    hehehehe….
    karena itulah saya jatuh cinta pada orang ini. Dalam keadaan sesusah apapun dia masih bisa membuat saya tersenyum.

    mungkin juga karena kami sama-sama gak pernah bercita-cita tuk jadi orang kaya hihihihi….

    Jadi… untuk wanita-wanita yang punya hobi shopping or apapun ituw yang membuang2 duit, saya sarankan gak usah menggoda atow mpe tertarik sama suami saya yah!!!
    soalnya dia cuman hidup dari gaji dan tunjangannya yang biasanya habis untuk makan sebulan.

    wad suamikuh : mi telor yang saya bikin tadi pagi dihabisin gak?

  5. christiana said:

    jarang banget di dunia sekarang nemuin orang kayak bang Pi’i. jadi PNS sudah buat jujur. pengen jujur juga kadang-kadang disuruh nggak jujur, kok. salut banget deh.

  6. Mbilung said:

    Petugas pajak kok naik ojek !!! mestinya mlaku!😀
    saya sudah bayar PBB dan pajak penghasilan Mas … *salaman*.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: