Oleh-oleh dari manado.. (satu)

Selama lima hari kemarin saya pergi ke manado. Acara intinya sih ada semacam ujian sertifikasi yang disponsori oleh bappenas, ning bagi saya acara puncaknya ya jelas ketemuan dengan bini saya yang kebetulan sedang ada diklat anu di manado juga.

Hari senin pagi saya bangun agak kesiangan langsung mandi dan berganti baju berangkat ke kantor, setelah segala urusan dirasa beres, saya segera pulang untuk mempersiapkan barang-barang yang akan saya bawa ke manado. Penerbangan jam 12.50 wit. Rupanya saya belum mempunyai pas foto untuk registrasi ujian sertifikasi tersebut. Dengan motor pinjaman, maklum masih tetep kere dan jadi walking taxman, saya menuju ke tukang foto. Lima belas menit saya sudah mendapat pas foto yang saya butuhkan. Terima kasih teknologi!!

Sesudah itu saya bersama temen sekantor saya menuju ke pusat kota guna membeli oleh-oleh khas ternate. Yang kemudian dibeli adalah kue kering bernama “makron” dan perhiasan yang terbuat dari besi putih khas ternate.

Makron yang saya beli adalah makron coklat. Kue yang dibuat dari adonan coklat dan kacang kenari ini kami beli 6 bungkus demi memuaskan keinginan teman-teman di manado dan juga bini saya.

Saat saya baru tiba di ternate, dulu saya kira di ternate ada tambang besi putih itu. Terus saya ketahui bahwa pusat besi putih itu terdapat di pulau morotai yang dulu menjadi pangkalan udara jepang saat hendak melakukan agresi ke australia. Namun saya terkejut setelah saya tahu kalo besi putih didapat bukan dengan cara menambang namun mengambil dari bangkai pesawat terbang peninggalan Perang Dunia II yang luar biasa jumlahnya di pulau morotai tersebut.

Empat puluh lima menit kemudian saya sudah mencapai bandara sam ratulangi, manado. Dengan menyewa kendaraan, saya, bos saya, dan dua orang lainnya menuju tempat kami akan menginap. Tentu saya bos saya menginap di hotel lain yang lebih lux. Ndak papa lah… Yang penting dekat dari pusat kota, dan fasilitasnya lengkap. Televisi, Lemari es, Kamar mandi yang dilengkapi air panas dan yang tak kalah penting adalah AC!!

Malamnya, saya langsung bisa ketemuan dengan bini tercinta. Gembira rasanya melihat dia tak kurang suatu apa. Hanya saja dia baru saja sakit yang lumayan parah. Lekas sembuh, dinda!!

Keesokan harinya seluruh calon peserta ujian sertifikasi dari departemen saya mengikuti penyegaran materi ujian yang memang di luar pekerjaan kami sehari-hari. Namun karena kami diwajibkan mengikutinya maka mau tak mau kami harus berusaha agar lulus dalam ujian ini. Penyegaran materi ujian berlangsung mulai jam sembilan pagi sampai dengan jam lima sore harinya.

Jam makan siang saya manfaatkan untuk (lagi-lagi) menemui bini saya. Malamnya yang merupakan kesempatan terakhir saya untuk belajar materi ujian, tentu saja saya lewatkan begitu saja karena kelelahan setelah ber-gendu-gendu-rasa bersama sang bini. Hehehehe…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: