Gank Ki Ageng Padharan

Entah sengaja atau tidak, seperti halnya Umar Kayam yang punya kelompok bawah tanah yang kerjaannya kesana kemari menjajal restoran dan rumah makan dipenjuru kota, saya juga punya. Sebut saja namanya kelompok saya dengan “Gank Ki Ageng Padharan” (Kelompok Ki Besar Perut), karena memang sang pencetus gerakan ini (yaitu saya) memang rakus sekali dalam hal makan-memakan makanan (karena banyak juga yang makan kertas, makan kabel, makan aspal, makan gedung, dan yang paling parah makan amanat rakyat!!)

Seluruh penjuru kota ternate sudah kami jelajahi. Anggotanya memang jumlahnya itu-itu saja namun bisa dibilang sangat rutin kegiatannya, maklum pada mbujang semua jadi untuk urusan diajak makan di luar sangatlah gampangnya. Mumpung libur dua hari karena kantor saya memang cuma lima hari kerja, hari minggu saya habiskan untuk tidur mbangkong di mess tempat tinggal saya. Lalu sekitar jam satu siang, saya kelaparan dan berjalan dengan gontai ke warung nasi terdekat dengan berjalan kaki, maklum saya seorang walking taxman.

Eh Lhadalah! Saya malah ketemu dengan gank saya, yang terdiri dari para bujang lapuk yang bekerja di kantor anggaran. Memang ada juga teman bujang di kantor saya namun rutinitasnya sangat jauh beda dengan saya. Misalnya mereka lari pagi, namun saya anti lari pagi. Namun untuk urusan makan, saya jangan disepelekan. Makanya saya merekrut teman-teman saya di anggaran sebagai anggota gank Ki Ageng Padharan. Kebetulan teman-teman saya itu juga merupakan teman nongkrong di kala saya masih kuliah di jurang mangu, Pondok Aren dulu.

Berangkatlah kami ke tempat makan, tujuan hari ini adalah rumah makan ayam goreng di depan Polres Kota Ternate. Sesampainya kami disana langsung dengan gayengnya saling cerita dobosan ndak mutu mengenai kejadian yang up to date. Mulai dari ngrasani penggrebekan komplotan teroris di kretek, wonosobo, sampai membicarakan undang-undang keuangan. Elok tenan!

Pesanan pun datang dan kami menyantapnya dengan lahap. Kawan saya yang asli bandung tangannya sempet keslomot minyak yang masih panas. Ha jelas no, wong baru dientas dari penggorengan!!

“Semprul!!! Makanya jangan kesusu, dont go to the milk! Gini lho cara makannya, disuwir-suwir dulu biar cepet dingin..” celetuk saya sembari memberi contoh.

Mak nyuss…

Saya hampir tak percaya. Saya pegang daging ayam di hadapan saya itu. Berulang kali. Para bawahan saya pada mendelik meperhatikan saya dengan bingung.

“Kenapa, jo? Ada bom kah di dalam situ? Huahahahahahaa!!” ejek teman saya.

“Bukan gitu… Coba kalian pegang daging ayam kalian masing yang bagian dalamnya!!”

WOH!!! Ternyata saya tidak keliru, daging ayam yang baru digoreng itu memang sangat panas namun ketika saya pegang daging bagian dalamnya saya merasakan dingin sekali. Saya langsung nanya ke pelayan rumah makan tersebut tentang hal ini. Lalu dijawab dengan mesam-mesem gak jelas kalo dagingnya meski dingin yang penting matang. Jadi ceritanya, sebelum digoreng daging ayamnya dimasak dengan bumbu terlebih dahulu lalu oleh sang Jurumasak ditaruhlah di dalam pendingin agar daging tersebut awet.

Saya jadi gak selera makan, maklum saya kurang begitu suka makanan yang dingin, apalagi mak nyuuss macam begitu. Akhirnya saya pesen telor dadar sebagai teman menghabiskan nasi.

Jebul ternyata teman-teman saya pada doyan semua dengan ayam dingin tersebut. Jatah ayam saya yang sempat terbengkalai juga disikat habis. Tanpa ampun! Saya cuman geleng-geleng kepala dan cuma bisa mengelus dada sendiri.

Akhirnya rumah makan tersebut kami nilai dengan suara bulat (kecuali saya tentu saja) telah lulus uji kelayakan rumah makan versi Gank Ki Ageng Padharan.

Sepulang dari situ kami sempatkan untuk mampir ke warung sup Konro… Edan!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: