jika anda seorang pecinta

tentu sodara tahu betapa banyak orang banyak yang mendendam karena cinta. saya tahu itu. namun sebenarnya cinta tak bersalah. ya, bagaimana kita menyikapinyalah. beberapa hari ini ada salah seorang dari masa lalu saya menghubungi saya. saya terekejut bukan main karena tanpa ada angin tanpa hujan beliau menghubungi saya di suatu pagi sebelum beraktifitas.

memaafkan, balas dendam terbesar.

betapa malunya saya saat beliau menghubungi saya. saya ndak tahu dia menghubungi saya karena sudah memaafkan saya atau benar karena dia sedang memanfaatkan 50 SMS gratis seperti yang dia bilang sambil berkelakar. namun saya malah lebih mengharap poin yang pertama. ya, bagi terpidana cinta seperti saya, merasakan bahwa balas dendam paling besar adalah saat saya dimaafkan. ya dimaafkan. semakin kita sadar yang kita hadapi begitu legowo mau memaafkan semua tindakan kita maka semakin merasa kecillah kita, semakin takjub, semakin menyesal telah menyakitinya waktu dulu.

jika anda merasa selalu merasa menyakiti pasangan anda

banyak dari kita mempunyai banyak hal yang menakjubkan namun tak menyadarinya. misal, sodara mungkin mempunyai tangan yang diberi kelincahan dalam mengetik namun tak pernah saudara sadari sehingga kemampuan mengetik anda di bawah rata-rata karena saudara jarang menggunakannya akibat malas bekerja. begitu juga dengan cinta, betapa kita terlalu sering menyia-nyiakan yang namanya cinta.

disakitinya orang-orang yang benar-benar menyayangi kita cuma karena saudara berpikir bahwa toh meski disakiti mereka tetap berada disamping saudara. ini adalah orang yang paling sial sekaligus paling sabar. orang macam ini contohnya adalah keluarga saudara. Lalu jika anda menemukan pasangan yang jika anda sakiti berkali-kali dan itu terdiri dari yang sengaja ataupun tidak, namun pasangan tersebut tetap kokoh berdiri sesungguhnya pasangan anda benar-benar mencintai anda.

namun takkan ada yang sama lagi jika seseorang disakiti, mungkin dia masih disitu, mungkin dia masih pribadi lucu yang anda kenal, mungkin dia masih pemilik senyum yang sama, namun mungkin jauh dilubuk hatinya dia menyimpan bara, dan andalah yang menyalakannya. saat bara itu menyala menjadi api yang lebih besar, jika anda tidak menghadapinya dengan bijak sampai memaki-makinya dan menyalahkan dirinya seorang, mungkin dia akan kembali sperti semula. namun sesungguhnya anda telah menanam bibit kebencian. dan dalam otak bawah sadarnya akan tertanam rasa selalu kalah.

Ya, memang tak ada hal yang sama.

setiap goresan, sentuhan, hembusan nafas bukankah yang mengerakann bumi ini? lalu dengan cabikan, lecutan, amarah dan makian anda masih berharap sesuatu tak pernah berubah?

syukuri yang ada dan ingat, semakin kita menyia-nyiakan sesuatu semakin kita kehilangan. dan cara terbaik untuk menghadapi orang yang selalu kita sakiti bukan dengan meninggalkannya dengan harapan dia akan menemukan yang lebih baik. karena ditinggalkan berarrti semua keyakinan yang dia miliki akan terbukti salah dan itu akan sangat memepengaruhi hidupnya kelak. kalo toh dia menemukan cinta baru selain dari anda, bisa jadi anda telah menciptakan monster yang bisa menjadi predator bagi pasangan barunya.

buat seorang kawan yang mantan pacarnya baru saja meninggal, bukankah pernah kubilang agar jangan menyepelekan setiap ancaman bunuh diri? karena bagaimanapun juga kita mempunyai andil dalam luka sayatan di hatinya. karena bisa saja ancaman tersebut hanya sebuah sinyal bagi kita agar kita mau lebih mendekat pada dirinya. karena manusia tidak sempurna.

ah, malam ini aku terlalu banyak baca bacaan psikologi…. mual!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: