saat itu, desiran anginpun kalah halus

maaf jika jarak terlalu jauh
masih untung tak perlu menulis surat…
tak pandai merangkai kata, tulisankupun jelek

suaramu memelan kini,
lebih jawa kata orang…
ah, itu celoteh rasial paling jelek hari ini, kutukku!

suaramu mendamba kini
entah apa tapi yang pasti
kau mendamba diriku bersamamu
mendamba hal yang lain…

mungkin kebahagiaan atau
kebahagiaan…

ya!
kebahagiaan…

kapan abang datang?
membawa adinda dari istana ini
dari penyakit rindu yang lebih menggigil dari malaria
yang lebih merasuk dari pada hawa gunung semeru
dari derita kesepian di keramaian
yang seribu kali lebih menyakitkan dibanding diasingkan

abang akan datang, sebelum lebaran!!

bismillah!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: