Gusti Allah Ora Sare!!

(Tuhan Tidak Tidur)

Saya ditelpon mas budi!! Mas Budi ini temennya saya. Beliau satu pesawat saat pulang dari aceh tahun lalu. Mas Budi ini ambil cuti panjang dari pekerjaannya di sebuah perusahaan periklanan demi bisa ikut jadi relawan. Ada apa ini kok tiba2 Mas Budi nelpon Saya?

“Salam lekoom…” teriak Mas Budi diseberang sana.

“Wa alaikum salaam… Pa kabarnya mas?”

“Wah! kowe ini sudah jadi orang ternate kok medok-nya pancet, tetep saja lho! kabarku? sehat2 saja le.. kowe gimana di sana? tetep tansah pinaringan rahmate Gusti Allah tho?

“Syukur ngalkamdulillah, mas! anu ada apa ini kok tiada angin ribut tiada tsunami kok sampeyan nelpon saya?”

“Weh! gak boleh tho nelpon kamu? apa harus ada bencana alam dulu baru boleh nelpon tho?

Yo ndak, mas! Kadingaren saja… Tumben gitu lho! Pasti ada yg penting ini…”

“Gini, jo!”

Ternyata mas Budi dalam kesusahan. gara2 dua bulan jadi relawan di aceh dan tidak bisa dihubungi, mas Budi kehilangan pekerjaannya!!! Makanya setelah dia pulang ke jawa bulan februari tahun 2005, dia kembali ke aceh karena toh dia tidak punya pekerjaan. Kebetulan rencana nikahnya yg bulan maret akhirnya dibatalkan secara sepihak oleh pihak wanita karena dinilai mas Budi kurang bisa menilai mana yg harus dipilih (kerjaan sbg relawan atau kerjaan di biro iklan). Apes tenan mas Budi itu.

Lebaran kemaren dia pulang ke jawa di kampungnya nun jauh di pelosok jawa tengah lalu kembali ke jakarta utk mengadu nasib. Saat itu mas Budi sempat juga SMS saya: “Doakan aku dapet kerjaan, jo! Gusti Allah ora sare! Beliau tidak tidur!!!”

Begitulah optimisme versi mas Bud. Percaya bahwa Gusti Allah gak bakal menelantarkan makhluk-Nya.

Ternyata sampai detik ini mas Bud belum juga dapet kerjaan. Makanya beliau berniat pulang ke aceh lagi. Selain bantu2 keahlian disana (ngajar tanpa dibayar), mas Bud juga mau jualan Gudeg!!! Nah! Soal dana yg cekak tentu saja mas Bud kekurangan… karena itu dia menghubungi semua temen2nya (yg masih bisa/mau dihubungi). Termasuk Saya…

Weh! Jan… Benar… Gusti Allah tidak tidur… Masih ada orang macam mas Bud. Tak kan dibiarkan orang2 aceh itu sendirian… meski kecil, mas Bud itu gueede bgt buat dunia ini!!

Moga sampeyan dipandang gede juga sama Gusti Allah, mas!! Tenang! Beliau pasti tau semua perjuangan sampeyan, mas!! Gusti Allah kan ora sare…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: