JANGAN MEJENG PAKE PLAT MERAH!!!
PLAT MERAH?
Segala suatu yang merupakan milik negara. Jadi tak hanya mobil dan motor dinas saja yang masuk kategori plat merah buat saya. Baju dinas, dan seragam juga termasuk. Lebih dari itu segala bentuk kekuasaan dan tanggung jawab yang menyebabkan seorang pegawai atau pejabat mempunyai kewenangan dalam memutuskan sesuatu perihal pekerjaannya sebagai abdi negara merupakan pengejawantahan dari plat merah.
MEJENG?
Mejeng mempunyai makna memamerkan, menunjukkan, mempertontonkan atau memperlihatkan. Dan kita sebagai manusia sontoloyo tentunya kadang kala ndak merasa bersalah jika suatu saat mejeng menggunakan barang yang bukan milik sendiri. Pokoke asal gaya, asal aksi, mejeng tetep jalan.
KORUPSI?
Korupsi (bahasa Latin: corruptio dari kata kerja corrumpere = busuk, rusak, menggoyahkan, memutarbalik, menyogok) menurut Transparency International adalah perilaku pejabat publik, baik politikus|politisi maupun pegawai negeri, yang secara tidak wajar dan tidak legal memperkaya diri atau memperkaya mereka yang dekat dengannya, dengan menyalahgunakan kekuasaan publik yang dipercayakan kepada mereka
Dari sudut pandang hukum, tindak pidana korupsi secara garis besar mencakup unsur-unsur sbb:
perbuatan melawan hukum; penyalahgunaan kewenangan, kesempatan, atau sarana; memperkaya diri sendiri, orang lain, atau korporasi; merugikan keuangan negara atau perekonomian negara;
Selain itu terdapat beberapa jenis tindak pidana korupsi yang lain, diantaranya:
memberi atau menerima hadiah atau janji (penyuapan); penggelapan dalam jabatan;
pemerasan dalam jabatan; ikut serta dalam pengadaan (bagi pegawai negeri/penyelenggara negara); menerima gratifikasi (bagi pegawai negeri/penyelenggara negara).
Sumber dari sini.
JANGAN MEJENG PAKE PLAT MERAH!

Kawan saya jengah melihat tetangga saya yang sudah memiliki dua mobil pribadi dan dua buah sepeda motor pribadi tapi masih mendapat jatah sebuah mobil dinas dan dua buah sepeda motor dinas. kawan saya heran bin ngungun wong di rumah tersebut yang bekerja di instansi pemerintahan cuman Sang Kepala Rumah Tangga kenapa pula harus mendapat jatah kendaraan dinas sebanyak itu? Lebih jengkel lagi suatu hari kawan saya itu hampir tertabrak oleh mobil dinas tetangganya itu lalu ternyata yang mengemudikan mobil tersebut bukanlah Sang Kepala Rumah Tangga. melainkan anaknya yang bungsu. Usut punya usut mobil dinas tersebut sehari-hari dipakai oleh si anak bungsu, sedang Sang Bapak memakai mobil pribadinya untuk ngantor setiap hari.
Teringat cerita Ibu saya, tentang kisah keluarga Umar Bin Khattab yang berbincang dengan keluarganya dalam gulita. Konon hal itu terjadi karena Sang Umar menolak menggunakan lampu minyak karena lampu tersebut milik negara. Umar memang tegas, dia takut kepada Tuhannya jika ia sampai berani menggunakan fasilitas negara sekecil apapun untuk kepentingan pribadinya atau keluarganya.
Apapun yang negara berikan kepada anda, sekecil apapun itu, seremeh apapun itu, niscaya itu amanah. Amanah dari ratusan juta rakyat Indonesia yang tentunya lebih banyak yang menderita daripada yang kaya raya.
Butuh waktu lama bagi saya untuk sadar dan mawas diri akan hal yang buat banyak orang sepele begini. Tapi bukankah untuk merubah suatu yang besar seperti korupsi bisa kita mulai dari yang kecil, dari diri kita dan dari sekarang?
ENTAHLAH. MUNGKIN TULISAN SAYA INI SEPELE. ATAU SOK. TAPI SAYA JUJUR GETIR JIKA ADA DIANTARA SAHABAT-SAHABAT SAYA MELENGGANG DENGAN TENANG SEMENTARA DI PUNDAKNYA ADA JUTAAN RAKYAT ENDONESIA YANG MERATAP DI SANA.
JANGAN MEJENG PAKE PLAT MERAH!


hehehe… walopun buriq gak lebih mahal alias jauh banged harganya dari motor-motor keren berplat merah ituw tapi aku lebih bangga mengendarainya….
heran yah banyak motor plat merah yang mahal-mahal, misalnya Honda Tiger terbaru, Yamaha Scorpio yang jelas-jelas bisa dibelikan dua motor yang lebih murah kalo instansi yang mengadakan pengadaan barang lebih mengutamakan fungsi daripada gengsi.
Bang, ntar ada gak yah motor dinas Harley Davidson?
kampanyenya bagus, jangan mejeng pake plat merah, kalo mejeng mending naek kopaja atau metromini aja, atau klo mau bagusan dikit ya naik busway.
Nah yang begini ini yang jarang….
Mungkin karena idealisme ini anda ditempatkan di Halmahera..
Kalo di Pulau Jawa gak kebayang deh resistensi yang bakal anda hadapi….
Salut kepada Bang Pay…
Terus berjuang…
Saya berdoa semoga Bang Pay bisa membawa perubahan yang nyata..
Dan saya gak merasa keberatan bayar Pajak lagi…
sayangnya si merah seringkali berubah jadi hitam ketika mejeng.., dan berubah lagi menjadi merah ketika bertugas..