Pasar Malam: Tong Maut
Maret 22, 2008 oleh kalangkabut
TONG MAUT, BUKAN UNTUK YANG IMUT-IMUT
Di tengah geliat kemajuan jaman yang disebut globalisasi, Endonesia memang terseok-seok mengimbanginya. Dan karena hanya negara yang selalu kalah, maka Endonesia selalu memandang globalisasi dengan perubahan yang lebih berkiblat ke barat. Ndak cuman soal pembangunan fisik yang habis-habisan meniru barat tapi juga soal gaya hidup dan budaya.
Paragraf di atas tentunya lebih pantas kalo diucapkan oleh pemerhati budaya dan sosiolog atau minimal sesorang yang ditahbiskan menjadi seorang ahli. Bukan saya. Yang saya mau omongkan adalah jaman sekarang ini saya kok senyum-senyum sendiri saat melihat pasar malam yang keberadaannya makin terpinggirkan.
Pasar Malam yang isinya hiburan rakyat, mulai dari permainan anak-anak sampai taruhan nasib orang tua dengan judi koprok kini telah Nampak usang. Tapi untungnya masih ada! Saat Sultan ternate hendak menyiapkan pesta ulang tahunnya, Legu Gam, yang disi dengan acara-acara bersifat kebudayaan , Sultan masih sempat menghadirkan hiburan murah untuk rakyat Ternate.
Tentunya pangsa pasar utamanya adalah anak-anak. Lihat saja selain permainan-permainan yang disajikan pada Pasar Malam kali ini. Ditambah dengan para penjual mainan, dari mobil-mobilan sampai topeng yang bergambar para superhero masa kini.
TONG MAUT.. TONG MAUD!
Saya tertarik dengan atraksi maut Tong Maut. Kata “maut” dimaksudkan memang untuk menunjukkan bahwa atraksi ini bukan sembarang atraksi. Membuat jantung deg-degan, nafas tertahan dan pengharapan agar si pelaku atraksi selamat adanya tanpa celaka suatu apa.
Jika ada`penonton atraksi maut yang merasa tak puas sembari berujar:
“AH! GAK SERU… GAK ADA YANG MATI… KATANYA MAUT… MANA???”
Maka pantas anda getok kepala orang itu dengan benda keras lalu ikat dan bawa ke Rumah Sakit Jiwa.
Sayang hari itu, tatkala saya dan bini datang ke Pasar Malam, yang berada di halaman keratin (kedaton) Ternate belum ada satupun atraksi yang dipertunjukkan kecuali dari stan Bakso Malang! Stan itu sudah buka, sedang lainnya belum. Ini karena kami datang masih sore, belum malam.
Lagipula saya agak-agak takut untuk menyaksikan lagi atraksi Tong Maut. Dalam hidup saya, dua kali sudah menonton Tong Maut. Dan dua-duanya membuat saya takut setengah mati lantaran para pelaku atraksinya jatuh semua dan berakhir di ranjang rumah sakit.
Sedang bini, saya rasa dia tak begitu tertarik. nanti malah ketakutan…
ENTAH SAMPAI KAPAN HIBURAN RAKYAT INI AKAN BERTAHAN. MERDEKA!!



tong maut yah. Pernah nonton juga, menegangkan memang. tapi gak pernah liat yang kecelakaan gitu..kalo menurut aku seh mending atraksi kayak gitu diilangin aja deh, bahaya!!!